Jumat, 22 September 2017

Jokowi Berharap Segera Tercipta Kedamaian Di Rakhine

| 773 Views
id Bantuan Kemanusiaan RI, bantuan pengungsi Rohingya, pengungsi rohingya, konflik etnis Rohingya, konflik Rohingya,
Jokowi Berharap Segera Tercipta Kedamaian Di Rakhine
Presiden(kiri) didampingi Menlu Retno Marsudi (kanan) dan Dirut Pelindo II Elvyn G. Masassya (tengah) memeriksa bantuan kemanusiaan yang akan dikirim untuk pengungsi Rohingya dan Rakhine di Jakarta.(ANTARA FOTO/Widodo S.Jusuf/wdy/16)
Jakarta (Antara Bali) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap masyarakat di negara bagian Rakhine, Myanmar menemukan kedamaian dengan berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan.

"Harapan saya kepedulian dan kedamaian segera tercipta di Rakhine State," kata Presiden Jokowi ketika melepas pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Rohingya di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Kamis pagi.

Presiden Jokowi pada kesempatan itu memimpin pelepasan bantuan kemanusiaan Indonesia untuk Rohingya/Rakhine State dari Terminal 3 Dermaga 302, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala Negara berharap bantuan dari Indonesia tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyatakat di Rakhine State sebagai bentuk kepedulian antar sesama.

"Harapan saya bantuan dari Indonesia ini diterima dengan baik sebagai bentuk kepedulian," katanya.

Sebanyak 10 kontainer diberangkatkan ke Rakhine State yang sebagian besar berisi mie instan, makanan bayi, gandum, sereal, dan sarung.

"Barang-barang ini merupakan barang yang diminta dari sana, setelah Menlu berkomunikasi beberapa kali dengan Pemerintah Myanmar," katanya.

Bantuan yang dikirim itu kata Presiden, berasal dari masyarakat, pengusaha, dan Pemerintah RI.

Ia mengatakan, melalui bantuan tersebut berarti diplomasi Indonesia telah dilakukan sekaligus kepedulian terhadap masyarakat Rohingya juga telah ditunjukkan secara nyata.

"Kepedulian kita telah dilakukan tanpa menggunakan 'megaphone' komunikasi," katanya.

Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi sudah memerintahkan Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi untuk bertemu Pemerintah Myanmar agar membuka perbatasan untuk memenuhi kebutuhan rakyat Rohingya.

"Dan menegaskan perlunya HAM dan kehormatan bagi komunitas musllim," kata Presiden. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga