Kamis, 19 Januari 2017

Kapolda Bali Prioritaskan Tangani Kejahatan Narkoba

| 919 Views
id Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus R Golose
Kapolda Bali Prioritaskan Tangani Kejahatan Narkoba
Saat penyambutan Kapolda Bali, Irjen Pol.Dr. Petrus R Golose yang menggantikan Irjen Pol. Drs. Sugeng Priyanto, SH. M.A (ANTARA FOTO/Wayan Artaya/wdy/17)
Denpasar  (Antara Bali) - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus R Golose mengatakan, memprioritas menangani kejahatan narkoba dan kasus-kasus transnasional lainnya.

"Jenis kejahatan tersebut sangat berpotensi berkembang di Bali sebagai daerah pariwisata yang bisa mengancam masa depan bangsa Indonesia," kata Kapolda Petrus R Golose di Denpasar, Kamis.

Pada acara penyambutan Kapolda Bali, Irjen Pol.Dr. Petrus R Golose yang menggantikan Irjen Pol. Drs. Sugeng Priyanto, SH. M.A itu menambahkan, kejahatan transnasional yang terjadi lintas perbatasan negara dan melibatkan kelompok atau jaringan yang bekerja lebih dari satu negara

Oleh sebab itu pihaknya juga akan menangani kejahatan terorisme, "cybercrime", maupun tindakan pencucian uang (money loundry).

Upaya tersebut untuk menjaga keamanan Pulau Dewata, yang selama ini sering mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah tempat pertemuan tingkat internasional maupun kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri yang jumlahnya semakin meningkat.

"Dalam memimpin Polda Bali akan tetap melanjutkan program-program positif yang sudah dilaksanakan selama ini," katanya.

Ia mengharapkan kepada semua pihak untuk mendukung adanya kerjasama yang solid dalam menjaga citra Bali di tingkat nasional dan internasional.

"Keamanan Bali menjadi barometer termasuk daerah wisata yang unik selama ini telah dikenal masyarakat internasional akan kearifan lokal yang dimilikinya," ujar Kapolda Petrus.

Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, 27 November 1965 atau 52 tahun yang silam memiliki tiga orang putra sebelumnya mengemban tugas sebagai Deputi Bidang Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), sejak 2015.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol), itu menyelesaikan pendidikan S1 di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian tahun 1998. Kemudian menamatkan Program Magister Manajemen tahun 2002.

Ia juga meraih gelar doktor kajian ilmu kepolisian, setelah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Manajemen Penyidikan Tindak Pidana Hacking. Studi Kasus: Penyidikan Tindak Pidana Hacking website Partai Golkar Oleh Unit V IT & Cybercrime Bareskrim Polri" pada Sabtu, 7 Juni 2008.

Selain itu juga sebagai Peace Keeping Force (UN CIVPOL) di Kamboja-UNTAC (1993) dan Bosnia (2000-2001). Berperan serta secara aktif sebagai peserta dan pembicara dalam seminar, kursus, workshop yang berkaitan dengan penyucian uang, pemberantasan narkoba, teroris dan cybercrime di dalam dan luar negeri.

Demikian pula pernah dalam penyidikan internasional di Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Timor Timur, Selandia Baru dan Thailand. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga