Minggu, 24 September 2017

Berrybenka: Belanja Daring Masyarakat Bali Sangat Signifikan

| 646 Views
id Berrybenka, Belanja Daring, Belanja online,
Berrybenka: Belanja Daring Masyarakat Bali Sangat Signifikan
"Head of Offline Marketing" Berrybenka, Fransiscus Evan Prawira (1/kiri), dan "SR Partnership & Public Relation" Berrybenka, Nicola Putri Sasmita (3/kiri), saat berkunjung ke kantor Perum LKBN Antara Biro Bali di Denpasar, Bali, Jumat (19/5). (Foto
Antusiasme masyarakat Bali itulah yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk membuka gerai offline ke-23 di lantai 1 Mall Galeria Bali di Kuta, Badung
Denpasar (Antara Bali) - Salah satu ritel fesyen berbasis teknologi informasi, Berrybenka, menyatakan belanja daring (online/dalam jaringan) masyarakat Bali ke ritel itu meningkat sangat signifikan hingga 200 persen dalam enam bulan terakhir.

"Antusiasme masyarakat Bali itulah yang membuat kami akhirnya memutuskan untuk membuka gerai offline ke-23 di lantai 1 Mall Galeria Bali di Kuta, Badung," kata `Head of Offline Marketing` Berrybenka, Fransiscus Evan Prawira, di Denpasar, Bali, Jumat.

Didampingi "SR Partnership & Public Relation `Berrybenka`" Nicola Putri Sasmita saat berkunjung ke kantor Perum LKBN Antara Biro Bali, ia menjelaskan 90 persen produk fesyen yang ditawarkan ritel `online-offline` Berrybenka itu merupakan produk lokal.

"Kami berkolaborasi dengan sejumlah perancang lokal, karena itu kami memasarkan 90 persen produk lokal, meski ada juga produk fesyen impor, seperti pakaian olahraga, karena itu pula harga produk kami juga banyak yang berkisar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya tidak membuka gerai "offline" di area masyarakat asing di Bali, karena pihaknya memang tidak membidik pangsa pasar asing, meski sejumlah turis Asia juga ada yang tertarik dengan produk Berrybenka.

Menurut dia, pihaknya mulai membuka gerai "offline" sejak dua tahun terakhir, meski ritel itu sudah ada sejak empat tahun lalu.

"Itu karena penawaran secara offline itu terbukti meningkatkan pembelian secara online hingga tiga kali lipat, karena masyarakat yang semula ragu akhirnya yakin," katanya.

Selain itu, keberadaan gerai "offline" juga merupakan "pelayanan lebih" kepada masyarakat, sebab masyarakat bisa tukar barang langsung (retur di toko) atau bahkan masyarakat bisa memanfaatkan untuk gerai "offline" sebagai alamat pengiriman dari transaksi secara "online" itu.

"Gerai offline kami memang mayoritas di Jakarta atau sekitar 11 gerai dari 23 gerai yang ada, namun ada juga beberapa kota di luar Jakarta yang memiliki dua gerai. Kami yakin hal itu juga bisa dilakukan di Bali, kalau antusiasme masyarakat Bali meningkat dalam enam bulan kedepan," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, pihaknya juga sudah menjual produk fesyen khusus laki-laki (Berrybenka Man) dan fesyen khusus Muslim (Hijabenka).

"Tapi, produk itu juga menyesuaikan area konsumen, seperti di Bali mungkin tidak banyak untuk produk Hijabenka," katanya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga