Bupati Badung Optimalkan "Blue Economy" Masyarakat Pesisir

| 262 Views
id Blue Economy, daur ulang limbah, limbah ikan, pemkab badung
Bupati Badung Optimalkan
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta (tengah) saat mengadiri Badung Bahari Festival 2017.(ANTARA FOTO/I Made Surya/2017).
Benoa (Antara Bali) - Bupati Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta berkomitmen mengoptimalkan program "Blue Economy" atau mendaur ulang limbah ikan agar bernilai ekonomi untuk masyarakat pesisir (nelayan) di daerah itu.

"Program ini kami evaluasi secara berkesinambungan dan kami dorong untuk dioptimalkan kembali sehingga lebih berkembang karena program kawasan blue economy ini sudah dilakukan sejak 2016," kata Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta di Tanjung Benoa, Jumat.

Ia mengatakan dalam pengembangan Blue Economy ini, akan dilakukan kerja sama dengan pemangku kepentingan bidang pariwisata seperti Asita Badung dan BTB.

"Blue Economy" merupakan bagaimana meningkatkan kawasan minapolitan menjadi basis bisnis untuk masyarakat pesisir, dimana pemerintah mendukung pembangunan infrastruktur seperti pembangunan dermaga yang representatif dan membuat pantai menjadi indah.

Selain itu, konsep "Blue Economy" ini mengajarkan bagaimana menciptakan produk nir-limbah (zero waste) dan diulah lebih baik, sehingga mencegah ancaman kerentanan pangan serta krisis energi (fossil fuel).

"Nah di Tanjung Benoa memiliki potensi bahari yang sangat bagus, khususnya untuk program ini," katanya.

Ia menegaskan, potensi bahari di Badung akan semakin tumbuh dan berkembang apabila program blue economy ini didukung semua pihak dan masyarakat pesisir juga ikut bertanggung jawab untuk mendukung upaya ini.

Selain itu, masyarakat pesisir juga dapat terlibat dalam kegiatan kepariwisataan ini sehingga menjadi mata pencarian tambahan selain mencari ikan di laut.

"Ini akan menumbuhkan perekonomian masyarakat pesisir, jika ikut terlibat dalam bidang pariwisata," katanya.

Sebelumnya, Pemkab Badung juga telah membantu menyediakan sarana dan prasarana untuk pengolahan limbah itu kepada masing-masing kelompok nelayan dan kelompok pemasar dengan nominal Rp60 juta per kelompok pengolah tersebut.

Bantuan ini sudah diberikan kepada enam kelompok nelayan yang melakukan pengolahan atau daur ulang limbah ikan ini dan sudah beroperasional dengan baik di Badung, diantaranya pengolahan rumput laut di Pantai Pandawa, Desa Kutuh. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga