Senin, 21 Agustus 2017

Wabup Buleleng Melepas Kontingen Pramuka Buleleng

| 359 Views
id Pramuka, Buleleng, Raimuna Nasional, kwarcab Buleleng, pemkab buleleng
Wabup Buleleng Melepas Kontingen Pramuka Buleleng
ILUSTRASI - Sejumlah anggota Pramuka menyusun tongkat saat lomba Pionering dalam Kompetisi Ketangkasan Pramuka di Kota Denpasar, Bali, Minggu (23/7). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/wdy/17. (e011)
Singaraja (Antara Bali) - Wakil Bupati Buleleng, Bali, I Nyoman Sutjidra, melepas kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Buleleng yang akan mengikuti Raimuna Nasional XI di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 13-21 Agustus 2017.

"Anak Pramuka harus mampu memupuk rasa persahabatan, persaudaraan dan perdamaian sebagai simpul pengikat rasa persatuan dan kesatuan," katanya ketika melepas mereka di Lobi Kantor Bupati Buleleng, Bali, Rabu.

Ia mengatakan, kontingen Buleleng mesti tetap menjaga kebersamaan dan sensitivitas serta tolong-menolong di antara sesama anggota pramuka, atau secara internal sesama kontingen Buleleng dengan lainnya.

"Mereka akan mewakili Kabupaten Buleleng dalam ajang perkemahan akbar yang diikuti peserta dari 34 Provinsi atau 514 kabupaten/kota se-Indonesia ini, yang berlangsung selama delapan hari," katanya.

Sutjidra juga sangat berharap kehadiran kontingen Buleleng diharapkan bisa menjadi duta yang berperan mempromosikan potensi daerah di tingkat Nasional.

Bukan hanya itu saja, kontingen Buleleng bisa menunjukkan keseriusan, kesungguhan, semangat serta motivasi tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari yang umum, petualangan, kecakapan hidup, wawasan, kewirausahaan, global development village bakti, seni budaya, wisata sampai pada kegiatan pilihan dan khusus.

"Keikutsertaan kontingen Buleleng yang terdiri dari pembina, pendamping dan peserta didik utusan Kwarcab Buleleng, merupakan wujud dari rasa antusiasme dalam mendukung kegiatan kepramukaan secara Nasional. Selalu ingat untuk menjadikan ajang Raimuna Nasional ini sebagai tempat belajar menimba ilmu sebagai bekal melangkah ke depan yang penuh tantangan," ujar Wabup Sutjidra

Ia menambahkan keberagaman masyarakat memang harus bisa disikapi dengan arif dan bijak, sebab jika tidak, akan berdampak terjadinya kecenderungan munculnya sentimen kedaerahan, kesukuan, agama serta feodalisme yang berpotensi memunculkan benih disintegrasi bangsa. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga