Minggu, 22 Oktober 2017

RSUD Wangaya Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

| 404 Views
id angka kematian ibu, rs sayang ibu, rsud wangaya,
Denpasar (Antara Bali) - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, Kota Denpasar, Bali, terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan, termasuk menekan angka kematian ibu dan anak.

"RSUD Wangaya terus berupaya meningkatkan pelayanan, terlebih rumah sakit ini sangat strategis di perkotaan. Oleh karena itu, saya terus menekankan kepada jajaran rumah sakit untuk memberi pelayanan prima," kata Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima Tim Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu di Denpasar, Jumat.

Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kota Denpasar, RSUD Wangaya selalu berusaha memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Begitu pula, dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi (anak).

RSUD Wangaya juga mendukung tujuan Millenium Development Goals (MDG`s) yang dicanangkan sejak 2015 untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

Beberapa langkah telah dilakukan RSUD Wangaya sebagai upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, di antaranya memberikan pelatihan Penanganan Obstetri Neonatal Emergency Komperhensif (PONEK), pelatihan manajemen laktasi, melakukan transfer pengetahuan, dan keterampilan untuk sumber daya manusia di puskesmas, serta melaksanakan kelas ibu hamil dan melaksanakan kegiatan klinik laktasi.

Rai Mantra lebih lanjut mengatakan bahwa RSUD Wangaya sudah lulus pada akreditasi yang dilaksanakan pada bulan Juni lalu dan berturut-turut telah meraih Peringkat Paripurna.

"Ini berarti RSUD Wangaya telah memiliki standar bertaraf nasional dalam pelayanannya. Hal itu tentu tidak terlepas dari komitmen peran serta seluruh komponen yang ada di RSUD Wangaya," ucapnya.

Wali Kota Rai Mantra berharap prestasi yang diperoleh oleh RSUD Wangaya dapat dipertahankan, terutama untuk kegiatan gerakan rumah sakit sayang ibu dan bayi. Keberhasilan evaluasi ini bukan hanya dilihat dari hasil yang diberikan tim evaluasi Provinsi Bali, melainkan yang lebih ingin ditekankan adalah semua yang dipersiapkan untuk acara evaluasi ini tidaklah semu.

"Akan tetapi, memang benar dijadikan prosedur tetap dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan bayi pada rumah sakit ini, baik dari sisi administrasi maupun pelayanan kesehatan secara langsung," katanya.

Rai Mantra menyampaikan bahwa apa pun hasil dari evaluasi ini berdampak sangat besar terhadap peningkatan mutu pelayanan nantinya, dan berharap di akhir evaluasi tim penilai GRSSI-B Provinsi Bali dapat memberikan masukan atas kekurangan dari proses pelayanan yang telah dilaksanakan. Hal ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi RSUD Wangaya selanjutnya.

Ketua Tim Penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) Provinsi Bali dr. Made Laksmiwati mengatakan bahwa penilaian GRSSI-B secara rutin setiap tahunnya yang bertujuan memonitor rumah sakit yang ada di Bali, baik itu rumah sakit negeri maupun swasta.

"Tujuannya adalah untuk menekan angka kematian ibu dan anak sehingga nantinya peran rumah sakit di dalam memberikan suatu standar pelayanan, terutama di sektor kesehatan ibu dan anak. Intinya bagaimana upaya kami untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak tersebut," katanya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017