Senin, 21 Agustus 2017

Tim Pembina Cak Modern Mengunjungi Berbagai Sekolah

| 278 Views
id Cak modern, disbud bali, pemprov bali
Denpasar (Antara Bali) -  Tim pembina kegiatan Parade Cak Modern dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mulai turun mengunjungi dan membina komunitas seni yang dimiliki SMA/SMK, untuk lebih memantapkan penampilan dalam ajang Bali Mandara Nawanatya II.

"Cak modern menarik untuk ditampilkan kembali dalam bentuk parade yang didukung oleh komunitas seni dari SMA/SMK se-Bali, sebagai sebuah medium untuk menguatkan kohesi sosial serta semangat komunal di kalangan generasi muda Bali," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, di Denpasar, Sabtu.

Parade cak modern akan ditampilkan setiap akhir pekan (Sabtu dan Minggu) selama September 2017 di Taman Budaya Denpasar, mulai pukul 19.30 Wita serangkaian ajang Bali Mandara Nawanatya II.

Dia mengemukakan, tim pembina melakukan pembinaan dari 11-28 Agustus 2017, dengan frekuensi pembinaan masing-masing sekali untuk satu SMA/SMK.

Ada sejumlah deretan maestro yang dipercaya menjadi pembina, selain juga sejumlah seniman muda yang talenta seninya telah terasah.

Secara total ada delapan pembina kegiatan Parade Cak Modern yakni Prof Dr I Wayan Dibia, Prof Dr I Made Bandem, Dr I Nyoman Astita, AA Sagung Mas Ruscitadewi, I Ketut Lanus, Kadek Wahyudita, I Wayan Sudiarsa, dan I Kadek Juliantara.

"Lewat Parade Cak Modern ini, sekaligus untuk memotivasi dan mendorong kreativitas generasi muda untuk melahirkan garapan-garapan dengan semangat kekinian," ujar Dewa Beratha.

Terkait dengan tema Cak yang ditampilkan, ujar dia, harus bersumber dari wiracarita Hindu seperti dari cerita Panji, Babad, Usana serta berbagai cerita rakyat yang berkembang di tanah Bali.

"Oleh karena itu, tema pementasan haruslah mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali, serta nilai moralitas ideal yang diyakini masyarakat Bali," katanya.

Dia menambahkan, dalam pementasan Cak Modern juga harus menampilkan inovasi estetik, baik dalam pencitraan, tata gerak, tata suara, tata kostum maupun tata musik yang mencerminkan upaya untuk menjadikan Cak lebih relevan dengan masa kini serta lebih menarik bagi generasi muda. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017