Lima Tokoh Bali Terima "Anugerah Bali Mandara Parama Nugraha 2017"

Lima Tokoh Bali Terima

Ilustrasi - Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan beberapa narasumber saat menggelar Sarasehan Program Bali Mandara. (Antara Bali Via Humas Pemprov Bali/2017) (edm)

Denpasar (Antara Bali) - Sebanyak lima tokoh dari Pulau Dewata menerima Anugerah Bali Mandara Parama Nugraha 2017 karena dinilai telah berdedikasi tinggi dalam memajukan daerah sesuai dengan bidang pengabdian masing-masing.

"Saya berharap dedikasi dan pengabdian penerima penghargaan ini kepada krama (warga) Bali terus ditingkatkan dan menjadi teladan, sekaligus motivasi kepada seluruh krama Bali untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutannya pada Malam Penganugerahan Bali Mandara Parama Nugraha (BMPN) 2017 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Selasa malam.

Kelima tokoh atau pemuka masyarakat yang mendapat anugerah BMPN dari Pemprov Bali itu adalah I Gusti Agung Prana (pengusaha wisata dan pelestari terumbu karang), I Wayan Kantra (petani buah naga), Abu Bakar (seniman teater), Dr Ni Luh Kartini (akademikus dan pendiri Yayasan Bali Organic Association), dan Ida Pedanda Ketut Sebali Tianyar Arimbawa (alm) merupakan sulinggih (pendeta Hindu) yang terkenal dengan nilai-nilai universal dan pengabdiannya.

"Saya juga menyadari dan telah melihat langsung di seluruh Bali, telah banyak pemuka masyarakat yang berdedikasi tinggi dan secara konsisten mengabdi untuk kemajuan Bali," ucap Pastika.

Oleh karena itu, pihaknya secara berkelanjutan setiap tahun akan menganugerahkan BMPN kepada pemuka masyarakat yang dipandang memenuhi kriteria.

Selain itu, Pastika juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama jajarannya dalam pelaksanaan program Bali Mandara hingga jilid kedua ini.

"Namun, di balik rasa syukur, wajib dievaluasi terhadap semua pelaksanaan program. Saya menyadari masih ada program yang belum terlaksana efetif dan masih ada program yang belum memberikan manfaatnya scara optimal bagi masyarakat," katanya.

Oleh karena itu, Pastika mengajak seluruh komponen masyarakat Bali untuk tidak henti-hentinya mengawal setiap program pembangunan melalui pemberian kritik dan masukan yang konstruktif, serta solusi yang aplikatif.

Sementara itu Ketua Panitia Penganugerahan BMPN I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan pemberian anugerah merupakan wujud apresiasi Pemprov Bali terhadap komponen masyarakat melalui bidang tugas dan keahlian masing-masing dalam mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dan dinamis guna mempercepat terwujudnya masyarakat Bali yang maju, aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara).

Penerima penghargaan juga harus menunjukkan prestasi pengabdian yang diakui masyarakat sekitar, pemerintah dan bahkan dunia internasional serta menghasilkan karya inovatif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kriteria lain adalah kegiatan inovatif yang secara signifikan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan sejalan dengan esensi program Bali Mandara," ucapnya.

Dewa Mahendra berharap pemberian penghargaan ini mampu memotivasi seluruh komponen masyarakat untuk berpartisipasi aktif sesuai dengan bidang keahlian masing-masing serta terpacu untuk melahirkan kegiatan inovatif dan inspiratif yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas. (*)