Selasa, 24 Oktober 2017

PVMBG Rekam Gempa Tremor Non-Harmonik Gunung Agung

| 383 Views
id gempa tremor non-harmonik, aktivitas kegempaan, aktivitas gunung agung, pvmbg
PVMBG Rekam Gempa Tremor Non-Harmonik Gunung Agung
Ilustrasi - Pemuka Agama Hindu berjalan di Pura Lempuyang dengan latar Gunung Agung di Karangasem, Bali, Rabu (27/9). ANTARA FOTO/Wira Suryantala/wdy/2017. (edm)
Karangasem (Antara Bali) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekam aktivitas gempa tremor non-harmonik untuk pertama kalinya sejak Gunung Agung di Karangasem, Bali, berstatus awas.

"Tremor non-harmonik sering juga disebut `spasmodic burst` atau `spasmodic tremor` adalah rentetan beberapa gempa vulkanik dimana satu gempa muncul sebelum gempa sebelumnya selesai," kata Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana di Pos Pengamatan Gunung Agung, Karangasem, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa gempa tremor non-harmonik terjadi sebanyak tiga kali dengan durasi antara 80 sampai 140 detik sesuai pencatatan seismometer pada (12/10) Pukul 12.00-18.00 Wita.

"Secara fisis hal tersebut (tremor non-harmonik) merefleksikan aliran fluida magmatik berupa gas, liquid atau solid," ujar dia.

Namun, kata Devy, tidak semua tremor seperti itu diikuti letusan kecuali jika sudah secara terus menerus terjadi. "Manifestasi permukaan bisa hanya berupa pelepasan gas atau asap ke permukaan," kata dia.

Sementara itu, PVMBG juga mencatat aktivitas kegempaan Gunung Agung pada Pukul 12.00-18.00 Wita, telah terjadi 100 kali gempa vulkanik dangkal, sebanyak 150 kali gempa tektonik dalam dan gempa tektonik lokal sebanyak 14 kali.

PVMBG tetap mengimbau warga dan para wisatawan agar tetap berada di zona aman dan menghindari wilayah sekitar Gunung Agung yang masuk dalam zona merah.

Masyarakat, pendaki dan pengunjung atau wisatawan agar tidak berada dan atau tidak melakukan pendakian serta aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di dalam area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius sembilan kilometer dari kawah puncak. Selain itu pula ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timur laut dan Tenggara-Selatan-Barat Daya sejauh 12 km. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga