Selasa, 24 Oktober 2017

Lomba Sate Lilit Kreasi Nusa Dua Fiesta

| 283 Views
id Lomba Sate Lilit, sate lilit, sate lilit kreasi, kuliner bali, Nusa Dua Fiesta, The Colours of Nusa Dua, Nusa Dua Festival, itdc,
Lomba Sate Lilit Kreasi Nusa Dua Fiesta
President ICA Henry Bloam saat mengamati peserta lomba sate lilit kreasi di Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta 2017. (Antara Bali/Komang Suparta/wdy/2017)
Denpasar (Antara Bali) - Lomba membuat masakan sate lilit kreasi mendapat perhatian pengunjung "Pesona Mandiri Nusa Dua Fiesta 2017" di Pulau Peninsula, kawasan wisata internasional Nusa Dua, Bali yang digelar sampai Minggu (15/10).

Dewan Juri Sate Lilit Kreasi, Mahadi di Nusa Dua, Bali, Kamis, mengatakan lomba kuliner tradisional tersebut mendapat perhatian pengunjung ajang tahunan tersebut. Kegiatan tersebut para peserta dari sekolah pariwisata tersebut berupaya menampilkan kreasi sate lilit tersebut.

"Dalam lomba kali ini menggunakan bahan dasar dari tiga jenis, yaitu ikan, daging ayam dan vegetarian (tempe, tahu dan labu). Para peserta melakukan inovasi dalam menampilkan kreasinya dalam ajang lomba ini," ujar Mahadi yang juga anggota ICA Bali.

Menurut dia, dalam lomba kali ini diikuti enam peserta dari sekolah pariwisata di Pulau Dewata. Hasil dari lomba ini nantinya juga menjadi referensi untuk membuat hidangan di restoran dan hotel di Bali.

Ia mengatakan dalam lomba tersebut memang memilih tema "Sate Lilit Kreasi". Dengan tema tersebut diharapkan peserta akan bisa memilih bahan dan jenis yang akan ditampilkan. Untuk melengkapi hidangan tersebut peserta juga melengkapi dengan sayur-sayuran.

"Sate lilit tersebut merupakan makanan khas Bali. Oleh karena itu dengan lomba ini merupakan salah satu pengenalan makanan khas daerah, khususnya makanan Pulau Dewata," ujar Mahadi yang juga Chef Restoran Taman Safari Indonesia (TSI) di Kabupaten Gianyar.

Mahadi menjelaskan bumbu yang digunakan dalam membuat sate lilit tersebut, antara lain, bawang merah, kunyit, cabai, garam, gula merah dan lainnya. Setelah daging digiling selanjutnya dicampur dengan bumbu yang telah diulek tersebut menjadi satu adonan sate.

"Adonan daging tersebut selanjutnya dililit dengan batang sere, maupun bambu. Kemudian di masak dengan cara di panggang dalam bara api," ucapnya.

Sementara itu, President Indonesian Chef Association (ICA) Hendry Alexie Bloam mengatakan lomba kali ini lebih memberikan ruang kepada generasi muda, sehingga mereka lebih kreatif dalam membuat hidangan khas daerah.

"Ini salah satu lomba yang bertujuan memajukan generasi muda, khususnya yang akan bekerja di restoran dan hotel untuk mampu kreatif dan inovatif dalam mengolah bahan hidangan, seperti membuat sate lilit kreasi dengan bumbu tradisional Bali," ujarnya.

Ia mengatakan wisatawan yang datang ke Bali selain menikmati seni budaya dan pemandangan Bali, mereka juga pasti mencari kuliner khas daerah, salah satunya menu khas Pulau Dewata. Selama ini yang terkenal pasti ayam betutu, dan guling.

"Tapi dengan sate lilit kreasi tersebut wisatawan akan menambah wawasan kuliner Bali. Dan mereka siap untuk mencicipi hidangan tersebut sambil berwisata," katanya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga