Kadin Bali Optimistis Pasar Rusia Dongkrak Pariwisata

Kadin Bali Optimistis Pasar Rusia Dongkrak Pariwisata

Ilustrasi - Personel Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Badung memperingatkan dua wisatawan asing yang mengabaikan larangan berenang di Pantai Pandawa setelah kedapatan melintasi batas bendera berwarna merah, Rabu (16/1). (M. Irfan I

Denpasar (Antara Bali) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali optimistis pangsa pasar wisatawan dari Rusia dapat mendongkrak pariwisata di Pulau Dewata karena mereka termasuk turis yang berkualitas.

"Mereka memiliki kemampuan daya beli yang besar dan mereka termasuk kelas elit," kata Ketua Kadin Bali Anak Agung Alit Wiraputra di Denpasar, Selasa.

Menurut dia, turis dari negeri dengan ikon beruang merah itu bisa membeli sesuatu yang mahal asalkan memiliki kualitas yang bagus.

Untuk itu pelayanan pariwisata harus lebih baik agar seluruh wisatawan merasa lebih nyaman selama mereka berlibur di Pulau Dewata.

Meski demikian, sejumlah pihak termasuk pelaku jasa penerbangan diharapkan menangkap peluang tingginya minat turis Rusia berkunjung ke Bali karena hingga saat ini belum ada akses penerbangan langsung.

Selama ini wisatawan dari Rusia harus rela terbang ke Bali melalui Timur Tengah sehingga jarak tempuh menjadi lebih panjang yakni sekitar 18 jam atau lebih lama tujuh jam dibandingkan penerbangan langsung yang memakan waktu 11 jam.

Selain menggunakan jalur konvensional, turis dari Rusia juga memanfaatkan pesawat carter apabila ingin ke Bali.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali menyebutkan selama periode Januari hingga Agustus 2017 dari total hampir empat juga wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata, 1,6 persen di antaranya merupakan turis Rusia.

Angka tersebut meningkat dari periode sama tahun lalu yang mencapai porsi 1,4 persen dari total kunjungan wisman saat itu yang mencapai 3,2 juta.

Meskipun porsi total wisatawan dari Rusia di Bali tidak terlalu besar, namun pengeluaran mereka selama di Bali tercatat menduduki peringkat keempat yakni sekitar Rp15,4 juta.

Wisatawan Rusia menginap selama 12,6 hari di Bali terlama kedua setelah wisatawan dari Jerman dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp1,2 juta per hari. (WDY)