Atlet Bali Bukan Untuk Kangen-Kangenan

Ketua Umum Koni Bali, Made Nariana (2 kiri) bersama Kontingen Bali membaca doa-doa menjelang mengikuti pertandingan PON XVIII Riau 2012, saat bersembahyang bersama di Pura Jagatnatha Pekanbaru, Riau, Sabtu (8/9). FOTO ANTARA/Nyoman Budhiana/ADT/2012

Berita Terkait
Oleh I Ketut Atmadja

Pekanbaru (Antara Bali) - Atlet andalan Bali akhirnya bisa berlaga dengan penuh harapan dalam setiap pertandingan di cabang olahraga yang digeluti selama ini untuk meraih prestise.

KONI Bali sejak merancang atlet ke Pekan Olahraga Nasional (PON)2012, diawali dengan ketar-ketir para atlet maupun pelatih apakah bisa ke Riau atau tidak, mengingat kondisi ekonomi keuangan Bali.

Bali saat ini berupaya keras meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui sejumlah program yang berupaya mengurangi angka kemiskinan, sehingga bidang olahraga tampaknya belum mendapat perhatian sebagaimana diharapkan.

Gubernur Bali Mangku Mande Pastika gencar melaksanakan program pemberantasan kemiskinan dengan memperhatikan masalah kesehatan, pendidikan dan perbaikan rumah atau "bedah rumah", yang menyedot banyak dana.

Jadi bidang olahraga masih belum pasti bahkan pernah tersiar kabar bahwa Provinsi Bali hanya akan mengirim atlet yang diyakini bisa meraih medali emas ke PON, dan bagi mereka yang belum bisa mencapai itu tidak usah ke Riau.

Kalau pada PON Kaltim, Bali mampu meraih 16 emas, maka atlet itu saja dikirim ke Riau, kata Ketua Umum KONI Bali Made Nariana, menirukan pesan dari Gubernur Mangku Pastika.

Tetapi bersyukurlah atas pengertian semua pihak, akhirnya Bali berhasil mengirimkan kontingen berkekuatan 235 orang dan pelatih untuk mengikuti 32 cabang olahraga dari 39 yang dipertandingkan.

Pemerintah Provinsi Bali kali ini menyediakan sepenuhnya dana untuk PON Riau sebesar Rp17,8 miliar, jumlahnya hampir sama dengan yang diberikan untuk PON Kaltim empat tahun lalu.

Coba bayangkan, kata Nariana, dana PON yang disediakana hampir sama pada PON Kaltim empat tahun lalu, sekarang ke Riau jaraknya jauh, tempat bertanding terpencar di semua kabupaten sehingga memerlukan dana besar.

Sementara dana yang tersedia sama seperti empat tahun lalu, jadi berkat kerja keras dan rasa kebersamaan para pengurus KONI Bali bersama pengprov Cabor yang ada sehingga bisa hadir ke PON Riau dengan percaya diri.

Atlet Bali sebelum terbang ke Riau mengikuti pemusatan latihan di Denpasar selama tiga bulan, ini untuk menggembleng mental atlet dan pelatih, agar mereka tidak mudah menyerah dengan situasai apa pun.

Utusan KONI Bali memang sudah beberapa kali datang ke Riau untuk memantau fasilitas yang dibangun sehingga apa yang dihadapi para atlet PON dari berbagai daerah di Nusantara sudah diantisipasi.

Nariana sebagai Ketua Umum KONI Bali sudah menginstruksikan atletnya tidak terpengaruh dengan kondisi tuan rumah. Apa pun keadaannya, atlet diharuskan berjuang semaksimal mungkin. Kondisi lapangan dan lingkungannya sudah dibayangkan tidak lebih nyaman daripada PON Kaltim.

Apa pun kejadiannya harus diterima dengan senang hati. Tidak boleh menggerutu, sehingga tidak mengganggu prestasi. Atlet Bali tampaknya patuh, sudah tiga hari berada di Riau tidak ada keluhan muncul yang mendasar walau pun ada atlet telantar, tak dapat kamar dan sebagainya.

Bahkan ada atlet menembak dari Bali tidak mendapatkan kamar tidur, akibat pintu kamar belum terpasang, lingkungan yang kurang memadai sampai-sampai ada atlet panas dingin akibat stres menghadapi lingkungan tersebut.

Atlet dan pelatih wushu Bali hingga kini belum mendapatkan tempat tidur, karena jumlahnya hanya sedikit sehingga untuk sementara bisa diatasi dengan ditampung di sebuah hotel bersama rekan lainnya yang sudah ada di tempat itu.

Di balik keprihatinan itu, dia sungguh merasa bangga dengan antusiasisme masyarakat Bali termasuk yang ada di Riau mendukung kontingennya, bahkan anak-muda Bali di Riau siap bersama dengan "gambelan bleganjur" mengiringi atlet ikut pawai pada acara pembukaan 11 September nanti.

Antusiasme masyarakat Bali termasuk mereka yang ada di perantauan terutama di Riau memberikan motivasi, dan semangat ini justru meringankan beban KONI Bali, untuk dapat mencapai target yang ditetapkan yakni meningkatkan prestasi Bali di bidang olahraga.

"Pada PON Kaltim sebelumnya, Bali meraih posisi 9 besar, setingkat di atas Riau. Mudah-mudahan kali ini kita bisa naik kelas," katanya.

Sekali pun semua pihak sudah menyadari Riau banyak 'membajak' atlet terbaik Indonesia sebelum PON berlangsung. Namun, Bali sudah bertekad untuk berjuang keras, sehingga mendapat prestasi terbaik dalam PON Riau kali ini.

"Kita akan berupaya meraih posisi terbaik. Tidak ada istilah bahwa atlet Bali ke PON Riau hanya untuk kangen-kengenan," katanya.(*/T007)

Editor: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar