Berita Terkait
Denpasar (Antara Bali) - Sejumlah perancang busana yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI) Denpasar mencoba menampilkan beragam kreasi busana berbahan "endek" atau kain tenun khas tradisional Bali dengan harapan dapat meningkat citra produk .

"Tujuan dari peragaan busana yang menampilkan kreasi pakaian berbahan endek itu adalah supaya menjadi tren ke depan, kalau bisa disukai oleh kaula muda," kata Putu Aliki, salah seorang perancang busana, di sela-sela peragaan busana pakaian itu,  di Denpasar, Kamis.

Dia menjelaskan, kreasi busana yang ditampilkan olehnya ada beberapa jenis, namun secara umum dapat digunakan untuk berbagai acara, baik formal maupun informal.

"Busana yang saya buat kebanyakan menggunakan empat motif kain endek yang berbeda. Selain itu kualitasnya juga cukup baik," ujarnya.

Aliki menuturkan, karena kualitas kain yang digunakan cukup baik maka harga busana hasil kreasinya pun dipatok dengan harga cukup tinggi, yakni dari Rp250 ribu sampai Rp1 juta.
    
Saat ini produk pakaiannya tersebut masih dipasarkan di wilayah Pulau Dewata, dengan targetnya adalah kalangan menengah ke atas. "Kemungkinan tahun depan saya akan ekspor busana dari kain endek itu ke beberapa negara di luar negeri. Saya akan mencoba melakukan kerja sama dengan para perajin. Semoga saja kain tersebut semakin terkenal," ucapnya.(IGT)

Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar