Denpasar (Antara Bali) - Caleg perempuan dari Partai Nasdem Dapil Denpasar Selatan, Ni Luh Putu Lakshemi Mayuni mengincar kursi parlemen untuk membela nasib anak penyandang autis, tuna wicara dan tuli sehingga mereka mendapat pendidikan yang layak.

"Apabila lolos ke parlemen, saya akan memperjuangkan pendidikan anak yang memiliki kebutuhan khusus dengan membangun sekolah untuk mereka," ujar Lakshemi Mayuni di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan perlu membangun sekolah untuk anak yang memiliki keterbatasan khusus sehingga dapat memperoleh pendidikan yang sama dengan anak yang normal.

Perempuan lulusan sarjana arsitektur ini menjelaskan bahwa banyak sekolah negeri yang menolak anak-anak berkebutuhan khusus tersebut. Padahal, ketika dibina dengan baik kemampuan anak-anak itu sangat hebat.

Lakshemi yang sudah lama mengabdikan dirinya untuk membela nasib anak-anak autis menyatakan bahwa pemerintah dan swasta hendaknya memiliki misi sosial, dengan menunjukkan kepeduliannya untuk membangun sekolah bagi anak yang berkebutuhan khusus.

Menurut dia, anak-anak yang kurang beruntung tersebut apabila dibina dengan baik akan menjadi aset bangsa sehingga mereka memiliki banyak potensi untuk dapat dikembangkan dalam hal keterampilan lain.

"Masalahnya sekarang sekolah untuk anak berkebutuhan khusus masih sangat kurang sehingga perlu mendapat perhatian lebih dari semua pihak khususnya pemerintah sehingga mengurangi beban orang tua mereka," ujar perempuan kelahiran 1979 tersebut.

Perempuan yang memiliki filosofi hidup "tetap tersenyum dalam mencapai cita cita" ini menyatakan bahwa semua pihak harus peduli terhadap keadaan mereka terutama pemerintah yang harus memenuhi hak hak anak-anak tersebut secara adil.

"Di Kota Denpasar baru ada satu sekolah untuk anak autis yang baru diresmikan Wali Kota Denpasar, padahal jumlah anak-anak berkebutuhan khusus cukup banyak, semestinya swasta juga perlu berperan melaksanakan misi sosial kemanusiaan." ujarnya.

Didik Purwati, caleg Partai Nasdem Dapil Denpasar Selatan juga menyatakan peran sosial masyarakat untuk membantu anak anak autis dan berkebutuhan khusus lainnya sangat penting agar anak-anak tersebut bisa mandiri sesuai kemampuan masing-masing.

"Banyak anak berkebutuhan khusus yang memiliki tingkat kemampuan mengalahkan anak-anak normal hanya saja upaya pengembangan dan pembinaan terbatas, sehingga bisa menjadi beban sosial," ujarnya. (WDY)

Editor: I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar