Singaraja (Antara Bali) - Polres Buleleng menangkap MH (18), siswa kelas tiga SMK swasta di Singaraja, saat berada di lokasi prostitusi milik Nyoman Yasa (42) di Dusun Bubunan, Desa Tinga-tinga, Kecamatan Gerokgak.

Kabag Oprasional Polres Buleleng Kompol IB Wedana Jati yang didampingi Kanit I (Buser) Iptu Ketut Adnyana Tunggal Jaya di Singaraja, Jumat menjelaskan, pada operasi Kamis (11/11) malam itu, MH diketahui berada di dalam kamar bersama PSK bernama Linda (21).

Pada operasi itu, polisi juga menangkap Nyoman Yasa, sebagai mucikari, bersama tiga wanita pekerja seks komersil.

"Untuk PSK kami kenakan saksi tindak pidana ringan dan untuk mucikarinya tetap di proses sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Wedana.

Di kawasan yang sama dan letaknya tak jauh dari tempat usaha prostitusi milik Yasa, polisi juga mengamankan Wayan Putra (50) yang diduga juga sebagai mucikari.

Dari salah satu kamar milik Putra, polisi yang sebagian besar berpakaian preman juga mengamankan Kadek Ginantra (23), seorang petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang tinggal di Desa Musi, Gerokgak, bersama seorang perempuan berinisial Nurul Khotijah (17).

Sementara satu tempat yang di curigai sebagai kawasan prostitusi di pelabunan bongkar muat barang Celukan Bawang gagal dilakukan karena diduga oprasi yang melibatkan sekitar 40 personel Polres Buleleng itu telah diketahui.

Beberapa lampu warung yang diduga digunakan untuk melakukan hubungan badan setelah melakukan transaksi, mendadak mati dan pintu dalam kondisi terkunci dari luar.

"Para perempuan yang bekerja sebagai PSK juga sudah lari mengamankan diri di balik perkebunan yang menutupi kawasan prostitusi ketika kendaraan truk dan mobil anggota akan mendekati arena prostitusi," kata Wedana.

Dari pantauan ANTARA, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara anggota polisi dengan sejumlah PSK di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang yang berada di bagian barat kabupaten Bali utara ini.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Putra dilepas dari jerat hukum karena rumahnya dianggap bukan sebagai sarang prostitusi.

"Kebetulan itu adalah kos-kosan. Kami geledah dan periksa karena terkait informasi warga yang curiga bahwa rumah milik Putra juga dijadikan tempat prostitusi," ucap Adnyana menambahkan.(*)

Editor: Masuki
COPYRIGHT © 2014

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antarabali.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar